Just another WordPress.com site

tentang SMA Negeri 1 Semarang

Orang asli semarang siapa yang tak tahu smansa, yakni sebutan dari sma negeri 1 semarang, pasti semuanya tahu. Sma negeri 1 semarang yang katanya termasuk sekolah terbesar se- Asia Tenggara, dengan luas kompleknya 4.250 meter persegi atau 4.2 Ha lebih.

Fasilitas-fasilitasnya: 1 lapangan basket, 2 lapangan badminton indoor, 1 lapangan voli, 1 lapangan sepak bola, 1 kolam renang (tetapi sudah tidak dipergunakan lagi), 1 aula besar, 1 aula kecil, 1 ruang seni musik, 1 ruang seni rupa, 1 ruang seni tari, 1 perpustakaan, 2 lab komputer, 2 lab fisika, 1 lab bahasa,  2 lab kimia, 2 lab biologi, lapangan parkir yang luas, lapangan upacara yang luas, 1 masjid, dan sekitar 40 kelas yg dilengkapin lcd dan komputer pada setiap kelas.

A. Sejarah Singkat SMU Negeri 1 Semarang

Gedung ini mulai dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1937
* Pada tanggal 1 Agustus 1939 – 1942 digunakan untuk HBS
* Pada tahun 1942 – 1945 untuk Asrama Sekolah Pendidikan Tentara Jepang
* Pada tahun 1945 untuk Rumah Sakit Tentara Belanda
* Pada tahun 1946 – 1949 untuk HBS (Hegere Burger School), AMS (Algement Middlebure School), VHO (Voorbereidend Hoger Onder Wijs), MS (Middlebare School).
* Pada tahun 1949/1950 untuk SMA A dan SMA B SMA A kemudian pindah ke Jl. Pemuda dan sekarang menjadi SMA 3
* Pada tahun 1956 / 1967 dipecah menjadi SMA B.1 dan SMA B.2.
* Pada tahun 1960 / 1961 SMA B.1 diubah menjadi SMA I dan SMA B.2 menjadi SMA II dengan jurusan : PAS, PAL, SOS, dan BUD
* Pada tahun 1969 / 1970 SMA I dan SMA II digabung menjadi SMA I-II dengan satu kepala sekolah.
* Pada tahun 1977/ 1978 SMA I – II dipecah menjadi SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 yang kemudian menempati Gedung baru di Jalan Sendang Baru Semarang
* Pada tahun 1978 – sekarang untuk SMA Negeri 1 Semarang
* pada tahun 2006/2007 menjadi RSBI

B. Sejarah bangunan SMA Negeri 1 Semarang

SMAN 1 merupakan bangunan setangkup tidak murni. Memiliki dua lantai, dan orientasi bangunan ke arah timur. Kompleks bangunan sekolah ini terdiri dari bangunan utama (sebagai kantor) dan bangunan sayap (sebagai ruang kelas). Terhadap bangunan utama, bangunan sayap yang membujur timur – barat, memiliki sudut yang berbeda, dimungkinkan karena respons yang direncanakan oleh arsiteknya terhadap sinar matahari. Sudut pada sayap selatan adalah 99,5o dan sudut pada sayap utara adalah 111,5o. Antara bangunan utama dan bangunan sayap, dihubungkan dengan beratap yang setipe dengan bangunan sayap.

Pondasi bangunan dari batu, sistem struktur dari bata, dan dinding dari bata yang diplester dan dicat. Sebagian dinding bagian bawah bangunan diselesaikan dengan trisik dari teraso. Atap bangunan utama adalah limasan majemuk, sedangkan bangunan sayap dengan atap limasan bertingkat. Bahan penutup atap dari genteng.

Terdapat serambi pada sepanjang sisi depan bangunan sayap yang berfungsi juga sebagai selasar ruang kelas. Serambi lantai satu dinaungi oleh balkon lantai dua, dan disangga oleh deratan kolom bata dan dinidng setengah tingginya yang terletak di atas tiang. Sedangkan serambi lantai 2 dinaungi oleha tap sosoran dari genteng, yang membentuk atap limasan bertingkat. Atap ini disangga oleh deretan tiang kayu. Teritisan cukup lebar sehingga timbul pembayangan pada selasar.

Pintu pada bangunan sayap berupa pintu berdaun ganda dengan panel kayu, terdapat di sepanjang selasar dan merupakan pintu ruang kelas. Pada dinding atas selasar lantai satu terdapat lubang angin berupa segi empat yang berderet dan membentuk fasaade bangunan yang khas. Jendela pada bangunan utama terdiri dari jendela berdaun ganda dan berpanel kaca. Di atas jendela terdapat atap datar. Dan di atas atap datar ini masih terdapat bovenlicht.

Nampak gaya de Stijl diterapkan pada bangunan sekolah ini, antara lain pada munculnya jendela yang terkotak-kotak pada sudut bangunan. Jendela ini berjajar tegak pada dinding samping bangunan utama.

Tapak yang dimiliki oleh kompleks bangunan ini seluas 40.250 meter persegi dengan perincian areal untuk bangunan 12.075 meter persegi dan ruang terbuka 28.175 meter persegi. Juga terdapat halaman depan berbentuk trapesium yang sangat luas dan hanya ditumbuhi rumput, sehingga menimbulkan kesan agung. Terlebih lagi dengan perletakan bangunan utama yang frontal terhadap pendatang. Elemen ruang luar seperti bak sampah, tiang lampu dan dasaran tiang bendera dirancang selaras dengan bangunan utama yaitu dengan trisik. Pada mulanya terdapat empat buang gerbang yang membatasi tapak, namun sekarang yang difungsikan hanya dua buah, yang terletak lebih ke depan.

C. Keunikan di SMA Negeri 1 Semarang

1. SMA N 1 ini termasuk SMA yang paling lama berdiri di kota Semarang, selain SMA N 3 tentu saja. Kurang lebih sekitar tahun 1920an. Dulunya banyak orang Belanda yang bersekolah di sini, bahkan kabarnya mereka masih suka datang ke sana hanya untuk sekedar mengenang masa lalu, tak heran, karena bangunan SMAN 1 dibiarkan masih sesuai dengan aslinya.

2. memiliki cerita horor:

– pohon sipeas (pencinta alam) setiap cabang pohon terdapat penghuninya.

– kelas X-8, kelas  yang terkenal angker konon terdaqpat kuntilanak merah

– koridor tengah (di depan ruang sejarah), konon terdapat suster ngesot

– ruang musik setiap malam terdengar suara alat musik walaupun ruangannya terkunci.

– kamar mandi cewek

– kolam renang yang sudah tidak terpakai lagi. Konon apabila memasuki ruangan ini harus meminta ijin dengan memberikan sesaji. Tidak boleh seorang pun yang boleh memasuki tempat ini tanpa ijin. Tempat ini adalah tempat paling angker di SMA N 1. dan ditempat ini ada pintu yg menuju terowongan yang menghubungkan SMA N 1 dengan lawang sewu.

– Lorong lelembut, yaitu jalan antara aula kecil dengan parkiran yg paling angker setelah kolam renang

3. Terdapat terowongan dari SMA N 1 Semarang  ke lawang sewu. Tetapi terowongan tersebut tidak dibuka. Konon terowongan tersebut buat pelarian pejuang indonesia pada saat penyerangan Belanda.

4. papan tulisnya, yang menggunakan sistem kerek, jadi atas-bawah. Dan ada 2 papan tulis yang terbuat dari kaca, tetapi sayangnya sudah tidak dipergunakan lagi papan tulis kaca tersebut.

5. meja yang jadi satu dengan bangkunya

6. menggunakan sistem “moving class”

7. gedungnya termasuk gedung “heritage”, sehingga gedung ini tidak diperbolehkan oleh pemerintah untuk diubah bentuknya, hanya diperbolehkan menambah bangunan dan mengubah cat warna gedung saja.

8. jumlah murid sekitar 1300 murid yang terdiri dari setiap kelas terdapat sekitar 35 murid dan ditambah 2 kelas aksel yang berjumlah 40. dengan tiap angkatan terdapat 12 kelas regular + 1 kelas akselerasi.

9. untuk semua orang dilarang menginjak daerah tempat pengibaran bendera selama bendera dikibarkan. Apabila melanggar, dia akan disuruh push up 10x oleh anak-anak paskibra

D. Foto-foto

1. lambang

2. gerbang

3. lapangan upacara

4. lapangan sepak bola

5. lapangan basket

6. gedung-gedung

a. dari halaman belakang (sayap kanan)

b. dari halaman belakang (sayap kiri)

c. tampak depan

d. aula besar dan 2 lapangan badminton

e. koridor

f. kelas

3 responses

  1. Wow ! Keren🙂

    November 1, 2010 at 11:38 am

  2. Maulana NBY

    istimewa go !!!!!! Promoin di jakarta kalo smansa emang numero uno :)) suruh studybanding kesini aja sekalian aku searching anak jakarta hahaha

    November 7, 2011 at 8:08 am

  3. makasih infonya, ngebantu banget:D

    March 13, 2013 at 12:11 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s